Peserta BPJS TK Korban Pesawat Lion Air Dapat Santunan   Nuring Hatie         01 November 2018         09:32:39         5683x

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan akan memberikan hak kepada 31 korban jatuhnya pesawat Lion Air PK LQP di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Ia menjelaskan, jumlah tersebut merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Dari laporan yang ada betul sebagian para pekerja. Kami mau pastikan para pekerja itu peserta atau bukan. Bila iya, kami berikan hak sesuai ketentuan kepada ahli warisnya," kata Agus dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Rabu (31/10).

Ia memaparkan, BPJS Ketenagakerjaan mempunyai empat jaminan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Pensiun. Klaim jaminan kecelakaan kerja dapat disimpulkan mulai dari hendak berangkat kerja, sedang beraktivitas kerja, dan pulang dari aktivitas kerja.

Peserta yang menjadi korban jatuhnya pesawat dalam perjalanan menuju tempat bekerja akan dianggap sebagai kecelakaan kerja. Maka, korban itu akan mendapatkan santunan sebesar 48 kali dari upah atau gaji yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan, korban yang tidak dalam aktivitas bekerja dianggap mendapatkan jaminan kematian sebesar Rp 24 juta kepada ahli waris.

"Kalau di luar kegiatan kerja diberikan santunan kematian Rp 24 juta, ditambah beasiswa satu anak sebesar Rp 12 juta," jelas Agus.

Saat ini, Pihak BPJS Ketenagakerjaan kini tengah melakukan verifikasi data dan masih menunggu data lanjutan dari keluarga dan perusahaan korban. Agus mengatakan, pihaknya masih menerima apabila ternyata ada korban yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan belum terdata.

Untuk sementara, ia menyebutkan, ada 31 peserta yang mengacu dari data manifes penumpang. Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan membuka posko pendataan bagi para ahli waris yang akan mengklaim jaminannya di Tanjung Pakis, Karawang.

"Ahli waris ajukan klaim prosedurnya, BPJS lalu klarifkasi apa betul yang bersangkutan meninggal, lalu diperlukan surat kematian, sehingga untuk percepat klaim itu kami koordinasi dengan Polri untuk identifikasi," jelas Agus.

sumber : https://www.republika.co.id



CHANNEL KABUPATEN ACEH UTARA
POLLING
Bagaiman Pelayan Medis pada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara
  Sangat Memuaskan
  Memuaskan
  Kurang Memuaskan

STATISTIK PENGUNJUNG
Pengunjung Online : 7

Pengunjung Hari Ini : 289

Pengunjung Bulan Ini : 4387

Total Pengunjung : 674341
ALAMAT

Copyright @ 2016 Pemerintah Aceh Utara Developed By Pemerintah Aceh Utara. All right reserved.