|
Untuk mewujudkan Visi pembangunan melalui implementasi misi-misi yang telah ditetapkan untuk masa lima tahun mendatang ditempuh beberapa strategi. Strategi dimaksud secara umum dikelompokkan ke dalam masing-masing bidang pembangunan daerah, sebagai berikut: 1. Strategi Pembangunan Bidang Agama Pemberlakuan syariat Islam di Provinsi NAD dan Kabupaten Aceh Utara khususnya, diharapkan dapat terlaksana secara kaffah, meskipun kenyataannya sekarang ini belum terwujud seideal yang diharapkan. Tata kehidupan masyarakat sehari-hari masih diwarnai oleh perilaku yang kurang sesuai dengan syariat Islam. Cara berpakaian termasuk pola pergaulan para muda-mudi sehari-hari umumnya relatif belum memperlihatkan ciri-ciri muslim dan muslimah yang sejati. Pemahaman mereka terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran Islam relatif masih kurang. Upaya penegakan hukum syariat Islam, misalnya, juga masih dihadapkan pada banyak kendala. Pencurian, perampokan, dan kegiatan melanggar syariah lainnya masih belum atau kurang tersentuh dengan hukum syariat Islam. Penerapan hukum bagi si pelanggar ternyata belum mengarah kepada yang kaffah. Oleh karena itu, untuk mencapai masyarakat Islam yang kaffah pada masa depan, ditempuh strategi antara lain sebagai berikut : Meningkatkan dakwah islamiah yang kontinyu dalam masyarakat dengan mengedepankan penyampaian hikmah-hikmah yang terkandung dalam perintah dan larangan yang telah diatur syariat Islam. Menekankan dan mengutamakan pelaksanaan syariat Islam melalui suri tauladan dalam syariat oleh segenap pemimpin umat, baik ulama, umara, dan kepala keluarga dalam masyarakat. Strategi ini diperlukan untuk membiasakan seluruh masyarakat bersikap dan berperilaku secara Islam dalam kehidupan sehari-hari, di samping penerapan qanun dan peraturan-peraturan Islam lainnya. Seorang muslim dalam membentuk kepribadiannya tidak dimulai dari ketiadaan, melainkan harus didirikan di atas aqidah yang benar, dengan beriman kepada Allah. Karena itu, pembentukan kepribadian yang islami, hendaknya dimulai dengan mengikuti cara-cara yang diajarkan Al-Quran dan Sunnah, dengan menjadikan Rasulullah Saw sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik) dalam seluruh sendi kehidupan. Memanfaatkan prasarana ibadah sebagai tempat pengembangan syariat Islam dalam masyarakat. Membangun dan membina perpustakaan umum tentang Islam di semua kecamatan, bahkan di desa-desa (gampong-gampong). Mengembangkan, membina, dan meningkatkan kualitas pesantren, balai pengajian, dan majelis-majelis taklim dengan sasaran utama adalah para generasi muda, dan anak-anak usia dini.
2. Strategi Pembangunan Bidang Ekonomi Pembangunan bidang ekonomi ditujukan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat pada umumnya. Tujuan tersebut terindikasi dari menurunnya angka kemiskinan, terciptanya kesempatan kerja, termanfaatkan dan terkelolanya seluruh sumberdaya secara produktif, meningkatnya pertumbuhan ekonomi di semua sektor dan meningkatnya pendapatan masyarakat. Untuk mencapai tujuan ini, dalam masa lima tahun mendatang ditempuh beberapa strategi sebagai berikut : Mengembangkan dan meningkatkan produksi padi, palawija dan hortikultura melalui pemanfaatan lahan-lahan potensial dan lahan-lahan terlantar. Meningkatkan pembinaan dan pengembangan kualitas sumberdaya, sarana, dan prasarana pertanian. Meningkatkan pembinaan terhadap penangkar benih serta mengoptimalkan peranan balai benih/kebun bibit yang ada.( Menyediakan peralatan penunjang produksi pertanian sesuai kebutuhan dan spesifikasi lokasi. Memberdayakan kelompok petani/ lembaga tani melalui penyediaan pinjaman lunak (bantuan permodalan), bimbingan teknis produksi, pembinaan kemitraan kelompok, dan penyuluhan lainnya. Meningkatkan fungsi pelayanan masyarakat dalam berbagai bidang dengan pendekatan partisipatif dan aspiratif. Meningkatkan upaya pencegahan, pengamatan, pengendalian, dan pengobatan ternak serta inseminasi buatan. Melakukan pelatihan teknis produksi dan manajemen. Melaksanakan magang pengusaha/perajin IKM ke sentra-sentra IKM yang telah maju. Melakukan pelatihan pengembangan disain produksi. Mengembangkan penerapan gugus kendali mutu kepada IKM. Melakukan pengenalan terhadap mesin dan peralatan produksi yang modern dan tepat guna. Mengakses informasi pasar, promosi, dan menjalin hubungan perdagangan luar negeri. Menciptakan program peningkatan fasilitas kerja. Meningkatkan kualitas SDM aparatur. Memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada. Membangun dan membina koperasi yang berorientasi bisnis. Membuka peluang-peluang investasi melalui penyediaan informasi tentang potensi dan produk unggulan daerah. Memperluas objek PAD (pendapatan asli daerah) dan menjalin kerjasama antar dinas/badan/kantor dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah. Membangun dan mengembangkan kawasan terisolir dan kawasan cepat tumbuh secara produktif. Membangun lintasan baru bagi angkutan perintis ke daerah terpencil guna membuka isolasi daerah. Meningkatkan kualitas BUMD yang mengarah kepada orientasi bisnis. Mengoptimalkan pengembangan dan pembinaan objek-objek wisata. Meningkatkan kemampuan SDM, utamanya dalam hal manajemen produksi dan pemasaran melalui pelatihan/kursus. Memperluas jaringan pasar melalui upaya promosi produk unggulan daerah secara terus menerus baik di dalam maupun di luar negeri. Membuat Qanun-qanun yang terkait dengan investor yang mempermudah birokrasi dan prosedur perizinan guna menumbuhkan minat berinvestasi, di samping membekali tambahan wawasan aparatur pemerintah dalam memberi pelayanan yang profesional kepada para calon investor. Membangun terminal penumpang angkutan jalan raya di sekitar perbatasan wilayah Kabupaten Aceh Utara dengan kabupaten/kota lainnya serta merehabilitasi dan mengembangkan terminal penumpang yang telah ada. Melakukan perluasan landasan pacu (runway) Bandar Udara Malikussaleh dan membangun terminal penumpang angkutan laut dan terminal kontainer di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh. Mengupayakan masuknya lintasan kapal Pelni ke Pelabuhan Umum Krueng Geukuh.( Membangun dermaga perintis sebagai pelabuhan rakyat dan membangun galangan kapal nelayan.
3. Strategi Pembangunan Bidang Sosial Budaya Pembangunan bidang sosial budaya merupakan salah satu pendukung bagi tercapainya peningkatan derajat dan kualitas kesejahteraan masyarakat. Bidang ini antara lain meliputi pendidikan, kesehatan, keluarga sejahtera, pemuda dan olahraga, kependudukan dan catatan sipil, dan pemberdayaan perempuan. Berkembang tidaknya bidang ini dapat tercermin dari kualitas prasarana dan sarana yang ada di masing-masing sub sektornya. Untuk mewujudkan bidang sosial budaya sebagai pendukung utama dalam proses peningkatan kesejahteraan masyarakat untuk lima tahun ke depan, ditempuh beberapa strategi sebagai berikut :
Menuntaskan wajib belajar 9 tahun secara cepat dan tepat. Merealisasikan pembangunan dan perbaikan berbagai prasarana dan sarana pendidikan secara menyeluruh. Mempersiapkan data base pendidikan yang akurat sebagai basis referensi dasar penyusunan dan kebijakan/program pendidikan. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana kesehatan termasuk kualitas tenaga kesehatan. Meningkatkan kualitas prasarana dan sarana sosial kemasyarakatan lainnya guna meningkatkan kualitas pelayanan sosial bagi masyarakat. Menyediakan alokasi anggaran yang memadai bagi kepentingan pelayanan sosial kemasyarakatan. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian sosial. Memperluas peranan perempuan dalam pembinaan sosial sebagai elemen masyarakat yang peka terhadap masalah sosial kemasyarakatan. Mengadakan pemilihan dan sekaligus memberikan penghargaan kepada ibu-ibu Pos terbaik. Memilih kelompok UPPKS terbaik, menyamakan tugas PLKB relawan dengan PLKB PNS di lapangan, serta mengusahakan insentif bagi Pos KB desa dan sub pos. Mengadakan kerjasama lintas sektoral antar instansi terkait dalam bidang Diklat, termasuk dengan Diklat Provinsi NAD. Mengadakan sosialisasi kependudukan di kalangan para tokoh masyarakat di setiap kecamatan. Mengimplementasikan otomasi perpustakaan, serta meningkatkan koordinasi dengan perpustakaan provinsi dan pusat, termasuk mengintensifkan peran mobil pustaka keliling.
4. Strategi Pembangunan Bidang Prasarana dan Sarana Prasarana dan sarana, baik untuk mendukung pembangunan ekonomi maupun untuk kepentingan pembinaan sosial, mutlak harus disediakan. Pembangunan prasarana dan sarana, khususnya yang bersifat fisik harus direncanakan secara tepat dan komprehensif mengingat besarnya anggaran yang diserap pada bidang ini.
Oleh karena itu, untuk tercapainya tujuan pembangunan bidang prasarana dan sarana ini, ditempuh beberapa strategi sebagai berikut : Mengidentifikasi kebutuhan prasarana dan sarana yang tepat bagi upaya pengembangan ekonomi dan pembinaan sosial. Meningkatkan kualitas dan peran aparatur dinas terkait didalam merumuskan dan menyusun kebutuhan prasarana dan sarana yang akurat dengan skala prioritas yang tepat sesuai kemampuan keuangan daerah.
5. Strategi Pembangunan Bidang Pemerintahan Pembangunan bidang pemerintahan pada prinsipnya ditujukan untuk membangun sistem dan tata pemerintahan yang baik. Melalui upaya ini diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat lebih optimal. Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang jujur, bersih, berwibawa, adil, bijaksana, dan transparan, serta lebih mengedepankan kepentingan publik. Secara lebih khusus, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang didukung oleh seluruh masyarakat.
Dengan demikian, untuk membangun pemerintahan yang baik, digunakan strategi antara lain sebagai berikut : Menetapkan tupoksi pemerintahan (dinas/badan/kantor) secara jelas dan meningkatkan peranannya sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Meningkatkan hubungan koordinasi antar dinas/badan/kantor termasuk dengan lembaga vertikal, guna bersama-sama mewujudkan visi pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Meningkatkan kualitas pengawasan terhadap proses penyelenggaraan pemerintahan, baik internal maupun eksternal. Mengoptimalkan peran masyarakat dalam setiap proses perencanaan dan pembangunan daerah. Menggali dan mempersiapkan potensi SDM dan SDA dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi rakyat.
6. Strategi Pembangunan Bidang Keamanan dan Ketertiban Keamanan dan ketertiban merupakan inti dari tujuan dan sasaran pembangunan pada umumnya, di samping juga sebagai salah satu indikator tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain itu, keamanan dan ketertiban merupakan modal utama dalam menjamin aktivitas pembangunan berikutnya, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat yang abadi di daerah ini, ditempuh beberapa strategi sebagai berikut : Memperkuat hubungan kerjasama dan silaturrahmi antar masyarakat dengan aparat berwenang (Polisi, TNI, aparatur penegak hukum lainnya) dan para mantan GAM dalam seluruh aspek kegiatan dan kehidupan. Meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab seluruh masyarakat dalam memelihara perdamaian secara abadi. Membina aparatur bidang keamanan dan ketertiban untuk melaksanakan tugas dengan benar dan baik, serta menghargai martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Melaksanakan sanksi hukum kepada pelanggar dengan prinsip bimbingan dan pembinaan, baik hukum nasional maupun hukum berdasarkan syariat Islam.
|