|
Sektor pertambangan merupakan salah suatu sektor sumber daya alam, sangat penting untuk menopang perekonomian Indonesia. Bahkan salah suatu sub-sektor, yakni pertambangan minyak dan gas bumi, pernah menjadi soko guru perekonomian pemerintah. Sekarang pun kurangnya eksplorasi di bidang migas ini telah menyebabkan kita harus mengimpor minyak mentah untuk menutup defisit konsumsi BBM yang setiap tahun meningkat 6-7%. Jenis bahan tambang yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Utara antara lain : 1. BENTONITE Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung monmorillonit dalam dunia perdagangan dan termasuk kelompok dioktohedral. Bentonite dapat dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan kandungan alu-munium silikat hydrous, yaitu activated clay dan fuller's Earth. Activated clay adalah lempung yang kurang memiliki daya pemucat, tetapi daya pemucatnya dapat ditingkatkan melalui pengolahan tertentu.
Sementara itu, fuller's earth digunakan di dalam fulling atau pembersih bahan wool dari lemak.Menurut data tahun 2003, areal bentonite berada di desa Teupim Reusep, Blang Karieng Kecamatan Sawang dengan volume 18 juta ton. 2. ANDESITE Jenis batu saat ini banyak digunakan untuk design exterior (pagar, kolam renang, car port, dll) & interior (kamar mandi, dinding, lantai rumah, dll). Menurut data tahun 2003, batu andesite banyak terdapat di desa Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur dan desa Batu Alue Dingin km 8 Kecamatan Simpang Kramat dengan volume mencapai 757.048 ton.
3. BATU GAMPING Bahan Galian batu gamping memiliki kandungan kalsium karbonat tinggi dan terbentuk secara kimiawi atau blokimiawi. Batu gamping yang terbentuk secara kimiawi merupakan hasil pengendapan kalsium karbonat dari air. Batu gamping yang terbentuk secara biokimiawi dihasilkan dari proses kimiawi yang berlangsung pada kerang, puing-puing kerang, dan bahan-bahan tetumbuhan.
Menurut data tahun 2003, lokasi batu gamping di wilayah kabupaten Aceh Utara berada kecamatan Cot Girek dengan jumlah volume mencapai 27.349 ton.
|